MENTERI PERTAHANAN
"BANGSA KITA BANGSA LEMAH MINTA MAAF DENGAN PKI"
Ryamizard Ryacudu-Menilai Indonesia akan menjadi bangsa lemah jika meminta maaf atas terjadinya peristiwa 1965, terutama terutama pada keluarga Partai Komunis Indonesia (PKI). hal ini ditegaskan Ryamizard dalam acara silaturahmi bersama warga Nahdahtul Ulama dalam rangka menyongsong satu Abad berdirinya NU di Aula Bhineka, Kementrian pertahanan, jalan Medan merdeka Barat, Jakarta Pusat.
"Bangsa kita bangsa yang Lemah, bangsa yang mudah melupakan, ya sudahlah, Kalau minta gali kubur, bangsa kita dibantai oleh westerling (pembantaian 40.000 warga oleh Raymond westerling di Sulawesi Selatan), kita tak pernah bongkar-bongkar, kata Ryamizard.
Ryamizard juga bilang Indonesia tidak benci dengan Komunisme. Hal itu dibuktikannya dengan masih bertemannya Indonesia dengan negara berpaham Komunis seperti (China, Rusia, dan Vietnam)."PKI berkali-kali berontak, sekarang kita lagi ajak saudara-saudara teman kita yang Radikal, dia (PKI) muncul lagi, mengganggu itu tidak boleh terulang kembali, begitu bukan masalah suka tidak suka Dia berontak mungkin kalau tak berontak masalahnya lain, kata Ryamizard">
Ubtuk iru, mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini dengan tegas menolak meminta maaf dengan PKI, sebab PKI pihak pertama kali membuat ulah. "Orang bilang harus minta maaf, seharusnya orang yang berontak itu yang meminta maaf, jangan dibalik.Ryamizard juga menegaskan tekait dengan maslah PKI sudah ada dua simposium nasional yang digelar untuk mencari solusi menyelesaikan masalah tersebut.
Simposium Nasional mebedah tragedi 1965 yang diprakasai Kementrian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, yang menghasilkan berbagai tuntutan, Usulan dan rekomendasi, salah satunya negara harus mengakui telah melakukan kekerasan dimasa lalu, selain itu, proses hukum terhadap dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat harus tetap berjalan, seiring dengan Proses Rekonsiliasi.
Kemudian ada Simposium Nasional Anti PKI yang diprakasai Purnawirawan TNI. Simposium ini pun menghasilkan sembilan butir rekomendasi kepada pemerintah. Pada intinya meminta PKI meminta maaf atas pemberontakan yang mereka lakukan, meminta masyarakat tidak lagi mengungkit sejarah pemberontakan dimasa lalu itu, dan meminta pemerintah menguatkan materi Pancasila dalam kurikulum pendidikan.
No comments:
Post a Comment